Menciptakan Masa Depan Bebas Asap Rokok di Nusa Tenggara Timur
Lapangan sekolah di SMAN 3 Kupang Timur yang biasanya ramai kini terasa sunyi. Ratusan siswa SMA berjalan menuju aula besar dengan campuran rasa penasaran dan gugup di wajah mereka. Setelah duduk, para siswa mendengarkan dengan seksama pemaparan dari petugas kesehatan setempat dan pembicara dari Kementerian Kesehatan. Mereka terpesona saat mendengar pesan bahwa merokok tidak hanya berisiko dalam waktu dekat tetapi juga membawa dampak buruk yang berkepanjangan bagi masa depan mereka.
Kemudian, para siswa menuju pemeriksaan kesehatan, di mana alat genggam yang dikenal sebagai CO analyzer digunakan untuk mengukur tingkat karbon monoksida (CO) dalam tubuh yang diakibatkan oleh merokok atau paparan asap rokok. Bagi banyak siswa, ini adalah pengalaman pertama mereka melakukan tes ini, dan hasilnya membuka mata mereka.
Satu per satu, para siswa meniup ke dalam alat, menahan napas sambil menunggu hasil dengan cemas. Melihat angka di layar alat CO analyzer sering kali mengejutkan, karena menunjukkan dampak tersembunyi dari CO yang beracun.
ordan, siswa berusia 16 tahun yang mulai merokok dua tahun lalu, adalah salah satu siswa yang menjalani tes tersebut. "Awalnya saya coba-coba merokok karena penasaran, lalu jadi kecanduan," ujarnya, memalingkan wajah. Sekarang, ia merokok tiga batang sehari dan merasa sulit berhenti. Setelah melihat hasil tes CO-nya, ekspresi Jordan berubah dan suaranya melemah. "Saya takut meninggal muda."
Kristina, siswa 16 tahun yang tidak merokok tetapi sering terpapar asap rokok di rumah, terlihat cemas. Ia meniup ke dalam alat, dan angka-angka di layar mengonfirmasi ketakutannya: tingkat CO-nya lebih tinggi dari yang diharapkan. "Ayah saya perokok berat dan sering merokok di dalam rumah. Saya khawatir dengan kesehatan saya setelah melihat hasil tes ini."
Sesi pencegahan dan penghentian merokok di sekolah Jordan dan Kristina adalah bagian dari kampanye Remaja Sehat Tanpa Rokok, sebuah program pencegahan penyakit tidak menular yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan dan UNICEF.
Diluncurkan pada tahun 2023, kampanye ini bertujuan untuk melawan faktor risiko penyakit tidak menular seperti merokok dan penggunaan rokok elektronik di kalangan remaja dan difokuskan pada wilayah dengan tingkat merokok yang tinggi. Dimulai dari Jawa Timur, kampanye ini telah meluas ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan – provinsi-provinsi di mana merokok dan vaping menjadi kebiasaan sehari-hari.
Melalui sesi edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan konseling yang terintegrasi dalam program kesehatan sekolah dan layanan kesehatan ramah remaja di fasilitas kesehatan primer setempat, kampanye ini telah menjangkau lebih dari 3.600 siswa di 18 sekolah untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya merokok. Kampanye ini juga mendorong penetapan zona bebas rokok.
Meskipun ada kemajuan nasional dalam menurunkan angka merokok remaja dari 9,1 persen pada 2013 menjadi 7,4 persen pada 2023, daerah-daerah seperti NTT masih menghadapi tantangan. Merokok tetap meningkat dan menjadi risiko bagi anak laki-laki maupun perempuan.
Kampanye ini menyasar masyarakat dengan pendekatan pencegahan dan dukungan, bertujuan untuk mengurangi jumlah perokok anak-anak dan remaja serta meningkatkan kesadaran untuk melindungi anak-anak dari perilaku berisiko.
Terinspirasi oleh sesi di sekolahnya, Tiara Bessy, Wakil Ketua OSIS, terdorong untuk bertindak. Ia berjanji untuk memimpin diskusi tentang bahaya merokok pada rapat OSIS bulanan agar dapat menjangkau lebih banyak siswa di sekolahnya dan menyebarkan pesan untuk membuat pilihan hidup yang lebih sehat.
Di SMA terdekat, SMAN 3 Kupang Timur, sesi kampanye telah berakhir, meninggalkan siswa untuk merenungkan perubahan yang akan mereka lakukan. Brian Therik, siswa 16 tahun, telah menghabiskan seluruh uang sakunya untuk membeli lima batang rokok setiap hari. Sekarang, saat ia bersiap untuk lulus dan berencana masuk militer, ia bertekad untuk berhenti merokok.
Rafael Kenuka, kepala sekolah, telah membuat komitmen resmi agar SMAN 3 Kupang Timur menjadi sekolah bebas rokok. Sebuah plakat yang menandakan deklarasi penting ini ditempatkan di pintu masuk, sebagai pengingat abadi atas dampak kampanye ini.
Dengan setiap kunjungan sekolah, kampanye Remaja Sehat Tanpa Rokok memicu transformasi pribadi. Terinspirasi oleh apa yang mereka pelajari, para siswa berjanji untuk berhenti merokok. Mereka juga menjadi advokat, menyampaikan pesan tentang masa depan yang lebih sehat dan bebas rokok bagi Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SMA Negeri 3 Kupang Timur Gelar IHT Pembelajaran Mendalam, Dorong Integrasi Potensi Lokal dalam Mata Pelajaran
Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Kupang Timur, Kabupaten Kupang, menggelar kegiatan “In House Training (IHT) Penguatan Kurikulum
Hadapi Ujian Sekolah Berbasis CBT, SMA Negeri 3 Kupang Timur Fasilitasi Siswa Terkendala
POS-KUPANG.COM, OELAMASI - SMA Negeri 3 Kupang Timur, Kabupaten Kupang, menggelar Ujian Sekolah berbasis Computer Based Test (CBT) bagi siswa yan
Promosi Program Studi Pendidikan Biologi melalui kegiatan Indigenous Cup IV di SMA N 3 Kupang Timur
Kamis 03 Oktober 2024, Program Studi Pendidikan Biologi melaksanakan Tehnical meeting untuk perlombaan cerdas cermat dan pengolahan pangan lokal di SMA N 3 Kupang Timur. Perlombaan ini
Siswa SMAN 3 Kupang Timur Jadi Agen Pengendali Perubahan Iklim Lewat Game GENERAKSI
Chesya Lobo, siswi kelas XI SMAN 3 Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur beserta teman-teman sebayanya berteriak girang tak kala menebak makna gerak tubuh satu sama lain saat bermain g

